Bangkit dan melangkah
Kadang kita hadir di hidup seseorang sejak langkah pertama mereka, menggandeng, mendorong, bahkan memikul beban mereka tanpa mengeluh. Kita ada di saat mereka lemah, kita menjadi suara penyemangat saat mereka ragu, kita menjadi sandaran saat dunia seakan menutup pintu. Tapi anehnya, ketika mereka sudah sampai di puncak, tangan yang dulu mereka genggam dilepaskan begitu saja. Itu menyakitkan, tapi juga membuka mata bahwa kesetiaan tidak selalu dibalas dengan kesetiaan. Meski begitu, jangan biarkan hati kita berubah menjadi pahit, karena apa yang kita tanam, akan kembali entah lewat orang lain, atau lewat takdir yang indah di depan sana
Komentar
Posting Komentar